Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Lulusan Sekolah Transportasi

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Lulusan Sekolah Transportasi

Kementerian Perhubungan Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) berupaya menaikkan kualitas pendidikan dan lulusan dari perguruan tinggi pada bawah Kemenhub.

Satu upaya yang dilakukan yaitu berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri. BPSDMP Kemenhub melalui Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Sekolah Pelayaran dan Kelautan yg Terbaik Jakarta menggelar Lecture International Series 1 bertema “Kerja sama Menuju Pendidikan Maritim Berkelanjutan dan Pertumbuhan Sumber Daya Manusia.”

Menhub berkata, buat mencapai kemajuan pendidikan dan SDM nasional sebagai akibatnya perlu terdapat kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.

Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Lulusan Sekolah Transportasi

Galat satunya adalah menggunakan Negara Korea Selatan karena sistem transportasi berasal negara tadi telah maju.

Transportasi bahari memiliki banyak sekali tantangan yg dihadapi seiring menggunakan perkembangan zaman.

Sehingga perlu diatasi dalam rangka menjawab ekspektasi warga pada akan pelayanan transportasi bahari yang lebih baik.

Dengan perhubungan ini bisa mengatasi permasalahan yg dihadapi rakyat baik nasional juga dunia.

Untuk itu dibutuhkan transportasi yg melek teknologi, dan bisa berkomunikasi dengan baik lintas budaya serta bahasa yg berbeda.

Aku mengapresiasi BPSDMP atas terselenggaranya aktivitas ini yg bisa memperluas wawasan dan perspektif pendidikan.

Khususnya pada bidang maritim, semoga menggunakan kerjasama antara BPSDMP dengan Universitas asal Korsel ini sebagai pintu pengembangan kemitraan lainnya yang membawa manfaat bagi ke 2 negara,” kata Menhub.

Terus mendorong perguruan tinggi di lingkungan Kemenhub buat lebih inovatif serta adaptif pada mentransformasi kurikulum pendidikan tidak hanya buat kebutuhan nasional tetapi jua secara global.

Metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pembelajaran secara daring adalah hal yg harus diubahsuaikan serta dikembangkan pada era adaptasi norma baru pandemi Covid-19.