Resesi AS Makan Korban: Raksasa Google, Facebook Hingga Tesla

Resesi AS Makan Korban: Raksasa Google, Facebook Hingga Tesla

Inflasi tinggi yang melanda Amerika Serikat (AS) membuatnya terancam mengalami resesi.

Hal ini juga turut berdampak pada perusahaan raksasa teknologi, sebut saja Google, Facebook dan Tesla. Ketiga perusahaan tersebut sama-sama dikabarkan akan memangkas karyawan mereka atas nama efisiensi perusahaan.

Meta misalnya, berdasarkan sumber The Information, VP Remote Presence and Engineering Meta Maher Saba memberitahu manajer perusahaan untuk mengidentifikasi dan memberhentikan karyawan yang berkinerja buruk, demikian dikutip dari Engadget, Jumat (15/7/2022).

Resesi AS Makan Korban: Raksasa Google, Facebook Hingga Tesla

Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa perusahaan bermaksud memangkas perekrutan engineer 30% hingga akhir tahun ini.

“Jika harus bertaruh, saya akan mengatakan bahwa ini mungkin salah satu penurunan terburuk yang pernah kami lihat dalam sejarah baru-baru ini,” kata Zuckerberg.

Induk perusahaan Facebook ini mulai bersiap untuk memangkas biaya karena perkiraan pendapatan yang lemah beberapa bulan yang lalu, bahkan sampai menghentikan beberapa inisiatif metaverse-nya.

Facebook kehilangan pengguna aktif harian pada kuartal terakhir tahun 2021 dan bangkit kembali sedikit pada kuartal pertama tahun ini. Meta juga melihat penurunan pendapatan sebagian karena invasi Rusia ke Ukraina.

Perusahaan juga memperkirakan akan kehilangan pendapatan US$10 miliar karena perubahan pengaturan privasi Apple di iOS, yang membatasi akses pengiklan ke kode unik yang memungkinkan mereka menampilkan iklan yang ditargetkan kepada pengguna.

Perusahaan teknologi besar yang PHK pegawai

Menurut catatan https://www.ispcan2018.org/, setidaknya ada 5 raksasa teknologi global yang terdampak ancaman resesi AS. Kelima raksasa teknologi global itu antara lain:

1. Tesla

Perusahaan milik Elon Musk itu mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 229 karyawan di kantor San Mateo, California, Amerika Serikat.

Jumlah karyawan yang kena PHK lebih besar dari kabar awal yang diungkap Bloomberg bahwa ada 200 karyawan terkena PHK.

PHK ini pun merupakan pemangkasan karyawan terbesar Tesla dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya CNBC International melaporkan Tesla pernah melakukan PHK pada 700 lebih karyawannya pada 2017.

Elon Musk selaku CEO Tesla mengatakan, perusahaan telah kelebihan staf di banyak area. Orang terkaya di dunia itu mengatakan bahwa dia memiliki “perasaan yang sangat buruk” tentang ekonomi dalam email terpisah kepada para eksekutif, lapor Reuters.

2. Google

Alphabet, Inc., perusahaan induk Google, menjadi salah satu yang mesti melakukan penyesuaian di tengah kekhawatiran terhadap resesi atau pertumbuhan ekonomi negatif.

fokus yang lebih tajam, dan lebih banyak rasa lapar daripada yang kami tunjukkan pada hari-hari yang lebih cerah.”

Dia mengakui bahwa prospek ekonomi global yang tidak pasti telah menjadi perhatian utama perusahaan.

3. Facebook

Berdasarkan sumber The Information, VP Remote Presence and Engineering Meta Maher Saba memberitahu manajer perusahaan untuk mengidentifikasi dan memberhentikan karyawan yang berkinerja buruk, demikian dikutip dari Engadget, Jumat (15/7/2022).

Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa perusahaan bermaksud memangkas perekrutan engineer 30% hingga akhir tahun ini.

“Jika harus bertaruh, saya akan mengatakan bahwa ini mungkin salah satu penurunan terburuk yang pernah kami lihat dalam sejarah belakangan ini,” kata Zuckerberg.

Induk perusahaan Facebook ini mulai bersiap untuk memangkas biaya karena perkiraan pendapatan yang lemah beberapa bulan yang lalu, bahkan sampai menghentikan beberapa inisiatif metaverse-nya.

4. Twitter

Perusahaan sekelas Twitter juga mendapat kunjungan badai PHK. Perusahaan berlogo burung biru itu dilaporkan memberhentikan 100 orang karyawannya.

Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan perusahaan memangkas 30% dari tim talent acquisition. Terdiri dari tim rekrutmen dan tim yang mencari karyawan baru yang dibutuhkan perusahaan, dikutip dari Engadget.

Sementara itu kepada WSJ, Twitter mengatakan “kurang dari 100 orang” telah diberhentikan. Menurut raksasa jejaring sosial, hanya tim talent acquisition yang terdampak keputusan ini.

5. Microsoft

Microsoft mengumumkan kebijakan PHK atas sekitar 1.800 pegawainya. Tech Crunch yang mengutip Bloomberg, menyatakan bahwa Microsoft mengumumkan “penyesuaian peran dan grup bisnis” setelah akhir tahun fiskal per 30 Juni 2022.

Kebijakan PHK ini dilaporkan memengaruhi 1% dari total pegawai Microsoft, yang saat ini mencapai 180.000 orang, dan tidak spesifik diterapkan di regional atau divisi tertentu.

Namun, Microsoft menegaskan dalam beberapa bulan ke depan tetap berencana menambah jumlah pegawai.