PSM Makassar Tetap Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1

PSM Makassar masih bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1 2022–2023. Mereka menang meyakinkan 3-1 atas Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (8/12) sore.

Tambahan poin tiga itu membuat tim Ayam Jantan dari Timur unggul satu poin atas Bali United yang kemarin juga mencatatkan kemenangan 3-0 atas Bhayangkara FC. Tapi, PSM punya jumlah pertandingan lebih sedikit. PSM sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga 1.

Asisten pelatih PSM Amirudin bersyukur atas apa yang sudah ditunjukkan pemainnya. Walau tanpa didampingi pelatih Bernardo Tavares yang menjalani sanksi akumulasi kartu, para pemain tetap bermain spartan.

PSM Makassar Tetap Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1

’’Pemain menepati kesepakatan untuk bekerja keras. Alhamdulillah kami menang,’’ ucapnya.

Di kubu lawan, pelatih Persita Angel Alfredo Vera sangat kecewa atas kekalahan kemarin yang menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Pendekar Cisadane. ’’Ada banyak kesalahan sendiri dan kurang konsentrasi,’’ jelasnya.

Di laga lainnya, Madura United bangkit dengan menang 1-0 atas PSS Sleman di Stadion Manahan, setelah di laga sebelumnya disikat PSIS Semarang tiga gol tanpa balas.

Pelatih Madura United Fabio Lefundes puas dengan kemenangan yang diraih timnya. Menurut dia, salah satu kunci kemenangan kemarin adalah rotasi. Sebagian pemain yang dipasang dalam pertandingan melawan Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS– dibangkucadangkan.

”Tidak mudah menghadapi pertandingan ke pertandingan dalam kondisi kompetisi seperti ini. Saya juga tidak bisa memberikan materi latihan berat. Kalau diberi latihan berat, mereka akan kehabisan tenaga saat bertanding,” ungkap pelatih asal Brasil tersebut.

Sementara itu, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengatakan, dalam pertandingan kemarin, secara permainan timnya sudah oke. ’’Tapi, banyak terjadi kesalahan individu. Mungkin memang kualitas pemain kami seperti itu,” ujar Seto.

Mantan pelatih PSIM Jogjakarta itu menambahkan, kelemahan tim yang paling mencolok adalah daya gedor. Super Elang Jawa sering mengalami deadlock di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Karena itu, PSS baru bisa 11 kali merobek gawang lawan. Bahkan, produktivitas PSS kalah jauh oleh tim RANS Nusantara FC yang saat ini berada di zona merah. Sampai pekan ke-12, The Prestige Phoenix –julukan RANS Nusantara FC– sudah mencetak 18 gol.

”Ini akan jadi alarm buat PSS, pemain, maupun saya. Soal perombakan tim, hampir semua lini. Tapi, yang akan jadi perhatian lebih adalah depan dan belakang. Lini tengah akan tetap kami evaluasi,” tegas pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Seto menilai langkah PSS setelah mengarungi 13 pertandingan musim ini sangat sulit. ’’Untuk memperbaiki peringkat, salah satu arahnya ke sana (merombak skuad, Red),” ungkap dia.