Persaingan Zona Degradasi BRI Liga 1 2022/2023: Satu Tim Besar Terkapar, Tiga Lainnya Terancam Turun Kasta

Persaingan sejumlah tim untuk terbebas dari ancaman zona degradasi memang berlangsung sangat ketat hingga berakhirnya putaran pertama kompetisi Liga 1 2022/2023.

Sejumlah tim yang gagal menunjukkan performa impresif malah harus terjun bebas dari tangga klasemen Liga 1 2022/2023. Salah satu yang mengalaminya ialah Dewa United.

Persaingan Zona Degradasi BRI Liga 1

Tim yang pada putaran pertama diasuh oleh Nil Maizar ini mencatatkan performa yang jauh dari harapan. Sebab, dari enam pertandingan, tak ada satu pun kemenangan yang diraih.

Hal yang nyaris serupa juga dialami oleh PSS Sleman. Tim berjulukan Elang Jawa ini hanya bisa meraih satu kemenangan. Tiga laga berakhir kalah dan satu lainnya berujung imbang.

Satu-satunya tim yang sempat memperlihatkan tren kebangkitan ialah Barito Putera. Secara mengejutkan, mereka mampu menyapu dua laga terakhir di putaran pertama ini dengan kemenangan.

Butuh Perjuangan Ekstra Keras

Mantan bek Timnas Indonesia di era 2012-an, Nopendi, menyebut bahwa tim-tim papan bawah di klasemen sementara Liga 1 2022/2023 harus berjuang untuk menyelamatkan nasibnya dari ancaman degradasi.

Peringatan itu diberikan kepada Persik Kediri, Dewa United, hingga PSS Sleman yang tampil angin-anginan saat kompetisi dilanjutkan dengan sistem gelembung.

“Persik Kediri, Dewa United, dan PSS Sleman masih harus berjuang keras untuk bisa keluar dari zona merah,”

“Jika tak bisa memperbaiki performanya pada putaran pertama, mereka bisa saja terjerat oleh ancaman degradasi,” lanjut lelaki berusia 36 tahun ini.

Untuk saat ini, Persik Kediri masih menjadi juru kunci dengan koleksi 10 poin. Di atasnya ada Dewa United dengan 14 poin dan Barito Putera di urutan ke-16 dengan jumlah yang sama.

Sementara itu, Rans Nusantara FC, Bhayangkara FC, dan PSS Sleman, berturut-turut menduduki urutan ke-13, 14 dan 15 dengan mengumpulkan jumlah yang sama, 16 poin.

Satu Tim Besar yang Terkapar

Dari semua jajaran tim elite di kasta tertinggi, satu-satunya kubu yang mengalami nasib paling memprihatinkan ialah Bhayangkara FC.

Pasalnya, hingga putaran pertama berakhir, The Guardian hanya bisa mengakhiri persaingan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga 1 2022/2023 dengan koleksi 16 poin.

Jumlah ini hanya berjarak dua poin dari Barito Putera yang duduk di urutan ke-16 klasemen, alias batas atas zona degradasi.

Padahal, posisi ini bukanlah tempat ideal yang biasa diduduki Bhayangkara FC. Mereka selama empat musim terakhir selalu berada di zona empat besar.

Pada edisi 2017, mereka menjadi juara. Lalu, duduk di urutan ketiga pada Liga 1 2018, mengakhiri persaingan di urutan keempat pada Liga 1 2019, dan kembali jadi peringkat ketiga pada edisi 2021/2022.

Nopendi memprediksi, Bhayangkara FC bisa memperbaiki prestasinya pada putaran kedua, asalkan ada perubahan besar yang dilakukan The Guardian.

“Bhayangkara FC juga terlihat terseok-seok pada putaran pertama. Namun, perubahan yang terjadi bisa membuat mereka bertahan di kompetisi kasta tertinggi,” ujar Nopendi.