Kompetisi BRI Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, Persebaya dan Persis Lakukan Ini

Kompetisi BRI Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, Persebaya dan Persis Lakukan Ini

Sejak Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu, kompetisi BRI Liga 1 vakum dan tak kunjung dimulai hingga sekarang. Klub-klub mulai resah. Bahkan beberapa dari mereka memilih untuk membubarkan tim di tengah ketidakpastian kapan kompetisi sepak bola Indonesia itu bisa bergulir lagi.

Sebagai buntut dari keresahan itu, klub Persebaya dan Persis Solo sepakat untuk menyurati PSSI dan PT LIB agar mereka segera memulai kembali kompetisi itu.

“Kami berharap Persis sebagai salah satu klub masa depan, kami bisa sharing. Kami bicarakan apa yang dialami. Bicara dengan Mas Kaesang dan Mas Kevin. Apalagi Solo dan Surabaya sama-sama dipakai untuk Piala Dunia,” kata Pemilik Persebaya Azrul Ananda dikutip dari https://www.ispcan2018.org/ pada Senin (24/10).

Kompetisi BRI Liga 1 Tak Kunjung Dimulai, Persebaya dan Persis Lakukan Ini

Demi Kebaikan Sepak Bola Indonesia

Azrul mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat dan pernyataan tentang kepedulian terhadap masa depan sepak bola dan demi keberlangsungan liga. Baginya, yang paling penting adalah liga harus terus berjalan.

“Kami sepakat harus ada perbaikan di sepak bola Indonesia. Kami mendukung kebaikan sepak bola Indonesia. Kalau itu harus KLB, ya KLB. Harapan kami adalah bahwa perbaikan itu harus ada,” kata Azrul.

Harus Memikirkan Kondisi Klub

Azrul mengatakan, liga harus tetap berjalan demi keberlangsungan klub-klub. Apalagi kalau liga terhenti, kerugian yang ditanggung klub semakin besar karena mereka harus mengeluarkan biaya operasional sehari-hari seperti gaji pemain, fasilitas klub, dan lain sebagainya.

“Ini yang lebih urgent karena menyangkut pemain dan keberlangsungan klub-klub. Dua-duanya sama-sama urgent karena berkaitan. PT LIB itu kan perusahaan, ketika pengurusnya tersangkut urusan, klub pemegang saham harus segera memikirkan bagaimana langkah ke depan,” kata Azrul.

Menghindari Konflik Kepentingan

Sementara itu, Direktur Utama Persis Solo, Kaesang Pangarep mengatakan, ia juga berharap liga segera dimulai. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan klub-klub lain seperti Bali United FC, Rans Nusantara, dan Barito Putera.

“Nanti kami nge-draft surat untuk RUPS terkait Liga Indonesia dan KLB. Sebetulnya kami tidak ada masalah dengan pak ketua umum PSSI. Yang kami masalahkan adalah ketika di tubuh PSSI juga ada pemilik klub dan nanti ada konflik kepentingan. Kami mendorong agar hal itu tidak terjadi,” kata Kaesang.