Audiensi dengan Menpora, Upayakan Liga 1 Jalan Lagi Mulai 2 Desember

Audiensi dengan Menpora, Upayakan Liga 1 Jalan Lagi Mulai 2 Desember

Jajaran komisaris dan direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuat langkah-langkah strategis untuk mengupayakan kompetisi Liga 1 bisa bergulir kembali pada 2 Desember.

Salah satunya adalah beraudiensi dengan Menpora Zainudin Amali di gedung Kemenpora, Jakarta, https://www.ispcan2018.org/ kemarin siang.

Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus mengungkapkan, kesempatan tersebut dimaksimalkan untuk membicarakan banyak hal yang berkaitan dengan upaya menggulirkan kompetisi.

Menurut pengusaha asal Manado, Sulawesi Utara, itu, kompetisi harus kembali digelar. Sebab, kompetisi berkaitan erat dengan kebutuhan tim nasional Indonesia.

Agenda tim nasional Indonesia memang sangat padat. Bulan depan tim nasional senior berlaga di ajang AFF Cup 2022. Lalu, tahun depan ada Piala Asia U-20 (Maret), SEA Games (Mei), dan Piala Dunia U-20 (Mei).

Audiensi dengan Menpora, Upayakan Liga 1 Jalan Lagi Mulai 2 Desember

Sebenarnya, ada juga Piala Asia 2023. Namun, event tersebut diundur dari Juni menjadi Januari 2024 karena alasan cuaca di Qatar.

”Karena itu, kami optimistis pasti bisa kickoff pada 2 Desember. Dan, kompetisi selesai sebelum Piala Dunia U-20 dimulai,” ujar mantan direktur olahraga Persija Jakarta tersebut.

Ferry menambahkan, kompetisi harus selesai April. Selain alasan Piala Dunia U-20, banyak pemain yang selesai kontrak April 2023. ”Jadi, nggak mungkin ending kompetisi lewat dari itu,” tegas Ferry.

Mantan ketua Pengurus Daerah (Pengda) PSSI DKI Jakarta itu menerangkan, PT LIB sudah membuat draf jadwal pertandingan jika kompetisi dilanjutkan pada 2 Desember dan berakhir pada 16 April. Dalam draf tersebut, rencananya, dalam sehari akan ada tiga pertandingan. PT LIB juga sudah menghitung waktu recovery setiap tim.

”Tim punya jeda pertandingan empat hari. Kalau skenario ini berjalan, tujuan kami untuk mengedepankan timnas bisa terpenuhi,” terang pria kelahiran 22 Mei 1964 tersebut.

Lalu, bagaimana format lanjutan kompetisi? Apakah tetap home-away atau tersentralisasi? Ferry menjelaskan, semua opsi bisa terjadi. Namun, opsi yang bakal diambil sangat bergantung dengan hasil koordinasi dengan kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya.

”Yang pasti, kami maunya tetap home-away. Kalau kickoff bisa pada awal Desember, sistem home-away masih memungkinkan,” papar Ferry.

Menpora Zainudin Alami memahami keresahan klub-klub. Dia mendukung agar kompetisi sepak bola di Indonesia, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, bisa kembali terselenggara.

”Kompetisi sangat dibutuhkan untuk persiapan timnas kita. Apalagi, tahun depan Indonesia akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Berbagai hal yang disampaikan tadi (kemarin, Red) sangat kami pahami. Karena itu, hasil diskusi ini akan saya diskusikan kepada Bapak Kapolri. Sebab, Polri yang punya kewenangan untuk mengeluarkan izin keramaian,” ucap pria asal Gorontalo tersebut.

Amali berharap seluruh level timnas Indonesia semakin siap untuk menghadapi ajang-ajang internasional. Termasuk timnas U-20. Saat ini, timnas U-20 sedang menjalani pemusatan latihan di Spanyol. Mereka terus dimatangkan supaya bisa berbicara banyak saat berlaga di Piala Dunia U-20 2023.

”Sepulang dari luar negeri, kalau tidak ada pertandingan, tentu sudah bisa dibayangkan performa mereka akan menurun. Sebab, nanti mereka akan kembali ke klubnya. Kalau kehilangan waktu berkompetisi, mereka harus memulainya dari nol lagi. Jadi, mohon doanya. Kami akan mengusahakan agar kompetisi bisa kembali berjalan,” tegas Amali.